Posts

Showing posts from February, 2019

Perdebatan

فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ Terjemah Arti: Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. TAFSIR AYAT Apabila ahli kitab mendebatmu (wahai Rasul) tentang Tauhid setelah engkau menegakkan hujjah kepada mereka, bacakanlah kepada mereka, “Sesungguhnya aku ikhlas untuk Allah semata sehingga aku ...

Taqlid, Talfiq Dan Ittiba'

Makalah Ushul Fiqh "Taqlid, Ittiba' dan Talfiq. . Ilmu Ushul Fiqh merupakan metode dalam menggali dan menetapkan hukum, ilmu ini sangat berguna untuk membimbing para mujtahid dalam mengistimbatkan hukum syara. A. TAQLID (اَلتَّقْلِيْدُ) 1. Pengertian Taqlid Kata taklid berasal dari bahasa Arab yakni kata kerja “Qallada”, yaqallidu’, “taglidan”, artinya meniru menurut seseorang dan sejenisnya. Adapun taqlid yang dimaksud dalam istilah ilmu ushul fiqih adalah : قَبُوْلُ قَوْلِ اْلقَائِلِ وَأَنْتَ لاَ تَعْلَمُ مِنْ أَيْنَ قَالَهُ . “Menerima perkataan orang lain yang berkata, dan kamu tidak mengetahui alasan perkataannya itu.”[1] Ada juga ulama lain memberi definisi, seperti Al-Ghazali, yakni : قَبُوْلُ قَوْلِ اْلقَائِلِ الغَيْرِ دُوْنَ حُجَّتِهِ . “Menerima perkataan orang lain yang tidak ada alasannya.” Selain definisi tersebut, masih banyak lagi definisi yang diberikan oleh para ulama, yang kesemuanya tidak jauh berbeda dengan definisi di atas. Dari semua i...

Do'a Adalah Ibadah

Pada dasarnya manusia sejatinya lemah dan tiada daya upaya terkecuali Allah yang Maha kuat dan Perkasa. Manusia harus memohon perlindungan dan rahmat nya, maka akan menjadi sombonglah bagi orang yang tidak berdo'a kepada Allah dan nerakalah tempat kembalinya. Termasuk orang yang sombong yang tidak memulai perkaranya dengan "بسم الله الرحمن الرحيم " Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Terlebih memulai sesuatu dengan yang lebih baik, selain itu adalah termasuk ibadah. Memahami Arti Ud'uni Astajib Lakum dalam al-Quran- Sejatinya, doa merupakan kebutuhan primer setiap hamba yang harus terpenuhi sebagai asupan rohani. Dengan doa, seorang hamba bisa menjalin komunikasi dengan Tuhan Sang Pencipta sehingga hubungan antar hamba dan Tuhan terjalin rapi dan sempurna. Dalam al-Quran, Allah mendorong setiap hamba-nya untuk selalu meminta dan memohon apa saja yang ia inginkan dan bahkan Allah berjanji untuk mengabulkannya. Allah berfirman...